Thursday, July 1, 2010

Maintaining health by Oxis



Talking about skin health, perhaps we who live in big cities are really concerned, why? Because air pollution in big cities tend to be higher than in small towns, in big cities you can find a lot of smoke but the lack of green trees, so the skin will be easily damaged and wrinkled, to you all, especially women who live in big cities with problems like above, there is good news for you, Oxis International is a company that develops drugs to help you in terms of anti-antioxidant, helps reduce the penny stocks & free radical


Anti aging for women is a treasure for your first career woman, therefore you need is the product of Oxis International other than that, you also can get treatment for glutathione, this is a solution for you ladies.




Read More......

Wednesday, December 2, 2009

PERAN MATEMATIKA SEBAGAI ALAT BERPIKIR

A. Pengertian Matematika

Matematika dibandingkan dengan disiplin-disiplin ilmu yang lain mempunyai karakteristik tersendiri. Banyak para ahli menyebutkan bahwa matematika itu berhubungan dengan ide-ide atau konsep-konsep yang abstrak yang penalarannya bersifat deduktif, namun orang-orang sering menyebut matematika itu ilmu hitung.
Matematika berasal dari bahasa latin manthanein atau mathema yang berarti ‘belajar atau hal yang dipelajari’, sedang dalam bahasa Belanda disebut wiskunde atau ilmu pasti, yang kesemuanya berkaitan dengan penalaran. Matematika memiliki bahasa dan aturan yang terdefinisi dengan baik, penalaran yang jelas dan sistematis, dan struktur atau keterkaitan antar konsep yang kuat. Unsur utama pekerjaan matematika adalah penalaran deduktif yang bekerja atas dasar asumsi (kebenaran konsistensi). Selain itu, matematika juga bekerja melalui penalaran induktif yang didasarkan fakta dan gejala yang muncul untuk sampai pada perkiraan tertentu. Tetapi perkiraan ini, tetap harus dibuktikan secara deduktif, dengan argumen yang konsisten.

Dari segi pengetahuan, arti matematika sangat luas dan dapat dikelompokkan dalam subsistem sesuai dengan semesta pembicaraannya. Dalam setiap subsistem itu ada objek pembicaraan, ada metode pembahasan dan selalu dipenuhi keajegan (konsistensi) pembahasan. Menurut Karso (1994:16) matematika adalah ilmu deduktif tentang struktur yang terorganisir, sebab berkembang dari unsur yang tidak didefinisikan ke unsur yang didefinisikan ke aksioma dan ke teori.
Anton Moeliono dalam Amin Suyitno (1997: 1) berpendapat bahwa matematika sebagai ilmu tentang bilangan-bilangan, hubungan antara bilangan, dan prosedur operasional yang digunakan dalam menyelesaikan masalah mengenai bilangan. Sedangkan menurut Mohammad Soleh (1998: 12) pada dasarnya objek pembicaraan matematika adalah objek abstrak, metodologinya adalah deduktif, yaitu berawal dari pengertian dan pernyataan lalu diturunkan dari pengertian dan pernyataan pangkal sebelumnya yang telah dijelaskan atau dibuktikan kebenarannya.
Berdasarkan penjelasan di atas ditarik suatu kesimpulan bahwa matematika sebagai ilmu deduktif berkaitan struktur yang terorganisir, berkembang dari unsur yang tidak didefinisikan ke unsur yang didefinisikan ke aksioma dan ke teori, di mana objek pembicaraannya abstrak, serta selalu dipenuhi keajegan (konsistensi) pada pembahasannya. Dalam pembelajaranya, matematika biasanya terdiri bilangan-bilangan, hubungan antara bilangan, dan prosedur operasional yang digunakan dalam menyelesaikan masalah mengenai bilangan.

B. Peranan Matematika Sebagai Sarana Berpikir Ilmiah

Perkembangan IPTEK sekarang ini di satu sisi memungkinkan untuk memperoleh banyak informasi dengan cepat dan mudah dari berbagai tempat di dunia, di sisi lain tidak mungkin untuk mempelajari keseluruhan informasi dan pengetahuan yang ada, karena sangat banyak dan tidak semuanya diperlukan. Karena itu diperlukan kemampuan cara mendapatkan, memilih, dan mengolah informasi.
Untuk menghadapi tantangan tersebut, dituntut sumber daya yang handal dan mampu berkompetisi secara global, sehingga diperlukan ketrampilan tinggi yang melibatkan pemikiran kritis, sistematis, logis, kreatif dan kemauan bekerjasama yang efektif. Cara berpikir seperti ini dapat dikembangkan melalui matematika. Hal ini sangat dimungkinkan karena matematika memiliki struktur dengan keterkaitan yang kuat dan jelas satu dengan lainnya serta berpola pikir yang bersifat deduktif dan konsisten.
Matematika merupakan alat yang dapat memperjelas dan menyederhanakan suatu keadaan atau situasi melalui abstraksi, idealisasi, atau generalisasi untuk suatu studi ataupun pemecahan masalah.
Pentingnya matematika tidak lepas dari perannya dalam segala jenis dimensi kehidupan. Misalnya banyak persoalan kehidupan yang memerlukan kemampuan menghitung dan mengukur. Menghitung mengarah pada aritmetika (studi tentang bilangan) dan mengukur mengarah pada geometri (studi tentang bangun, ukuran dan posisi benda). Aritmetika dan geometri merupakan fondasi atau dasar dari matematika.
Saat ini, banyak ditemukan kaidah atau aturan untuk memecahkan masalah-masalah yang berhubungan dengan pengukuran, yang biasanya ditulis dalam rumus atau formula matematika, dan ini dipelajari dalam aljabar. Namun, perkembangan dalam navigasi, transportasi, dan perdagangan, termasuk kemajuan teknologi sekarang ini membutuhkan diagram dan peta serta melibatkan proses pengukuran yang dilakukan secara tak langsung. Akibatnya, perlu studi tentang trigonometri.

Untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi, orang dapat menyampaikan informasi dengan bahasa matematika, misalnya menyajikan persoalan atau masalah ke dalam model matematika yang dapat berupa diagram, persamaan matematika, grafik, ataupun tabel. Mengkomunikasikan gagasan dengan bahasa matematika justru lebih praktis, sistematis, dan efisien. Begitu pentingnya matematika sehingga bahasa matematika merupakan bagian dari bahasa yang digunakan dalam masyarakat.
Hal tersebut menunjukkan pentingnya peran dan fungsi matematika, terutama sebagai sarana untuk memecahkan masalah baik pada matematika maupun dalam bidang lainnya. Peranan matematika tersebut, terutama sebagai sarana berpikir ilmiah oleh Erman Suherman (1995: 56) disebutkan dapat diperolehnya kemampuan-kemampuan sebagai berikut :
1. Menggunakan algoritma
Yang termasuk kedalam kemampuan ini antara lain adalah melakukan operasi hitung, operasi himpunan, dan operasi lainya. Juga menghitung ukuran tendensi sentral dari data yang banyak dengan cara manual.
2. Melakukan manipulasi secara matematika
Yang termasuk kedalam kemampuan ini antara lain adalah menggunakan sifat-sifat atau rumus-rumus atau prinsip-prinsip atau teorema-teorema kedalam pernyataan matematika .
3. Mengorganisasikan data
Kemampuan ini antara lain meliputi : mengorganisasikan data atau informasi, misalnya membedakan atau menyebutkan apa yang diketahui dari suatu soal atau masalah dari apa yang ditanyakan.
4. Memanfatkan simbol, tabel, grafik, dan membuatnya
Kemampuan ini antara lain meliputi : menggunakan simbol, tabel, grafik untuk menunjukan suatu perubahan atau kecenderungan dan membuatnya.
5. Mengenal dan menemukan pola
Kemampuan ini antara lain meliputi : mengenal pola susunan bilangan dan pola bangun geometri.
6. Menarik kesimpulan
Kemampuan ini antara lain meliputi : kemampuan menarik kesimpulan dari suatu hasil hitungan atau pembuktian suatu rumus.
7. Membuat kalimat atau model matematika
Kemampuan ini antara lain meliputi : kemampuan secara sederhana dari fonemena dalam kehidupan sehari-hari kedalam model matematika atau sebaliknya dengan model ini diharapkan akan mempermudah penyelesaianya.
8. Membuat interpretasi bangun geometri
Kemampuan ini antara lain meliputi : kemampuan menyatakan bagian-bagian dari bangun geometri dasar maupun ruang dan memahami posisi dari bagian-bagian itu.
9. Memahami pengukuran dan satuanya
Kemampuan ini antara lain meliputi ; kemampuan memilih satuan ukuran yang tepat, melakukan estimasi, mengubah satuan ukuran ke satuan lainnya.
10. Menggunakan alat hitung dan alat bantu lainya dalam matematika, seperti tabel matematika, kalkulator, dan komputer.
Sementara itu dalam tujuan umum pendidikan matematika (Depdiknas, 2002: 3) menyebutkan berbagai peranan matematika sebagai sarana berpikir ilmiah ditekankan pada kemampuan untuk memiliki:
1.Kemampuan yang berkaitan dengan matematika yang dapat digunakan dalam memecahkan masalah matematika, pelajaran lain, ataupun masalah yang berkaitan dengan kehidupan nyata.
2.Kemampuan menggunakan matematika sebagai alat komunikasi
3.Kemampuan menggunakan matematika sebagai cara bernalar yang dapat dialih gunakan pada setiap keadaan, seperti berpikir kritis, berpikir logis, berpikir sistematis, bersifat objektif, bersifat jujur, bersifat disiplin dalam memandang dan menyelesaikan suatu masalah.Kemampuan-kemampuan di atas berguna bagi seseorang untuk berpikir ilmiah dalam pendidikan dan berguna untuk hidup dalam masyarakat, termasuk bekal dalam dunia kerja.
Berdasarkan uraian di atas dapat ditarik kesimpulan berkaitan peranan matematika sebagai sarana berpikir ilmiah adalah dapat diperoleh kemampuan-kemampuan meliputi : (1) menggunakan algoritma, (2) melakukan manipulasi secara matematika, (3) mengorganisasikan data, (4) memanfatkan simbol, tabel, grafik, dan membuatnya, (5) mengenal dan menemukan pola, (6) menarik kesimpulan, (7) membuat kalimat atau model matematika, (8) membuat interpretasi bangun geometri, (9) memahami pengukuran dan satuanya, serta (10) menggunakan alat hitung dan alat bantu lainya dalam matematika, seperti tabel matematika, kalkulator, dan komputer.
SUMBER : www.insanutama.blogspot.com

Read More......

Friday, October 30, 2009

Awas!!! Facebook palsu beredar

facebook, facebook palsuEntah apa maksud dan tujuan pemiliknya, yang pasti diketahui bahwa dengan ulah dia telah merugikan banyak orang, situs yang sama persis jika dilihat tampilanya maka bagi mereke yang tidak jeli akan terkecoh juga, facebook palsu memang ada…yang membedakan hanya domain extensionnya saja jika facebook buatan negerinya paman sam dengan domain dot kom facebook bodong alias palsu ini dengan domain co.tv.

jika sobat blogger penasaran bisa akses ke http://www.facebook.co.tv namun nampaknya situs ini sudah di laporkan ke google sehingga kalo kita akses akan muncul peringatan dari simbah google, oke jangan khawatir untuk bisa mengakses situs facebook bodong alias palsu setelah sobat buka situs tersebut klik IGNORE WARNING pada sisi kanan bawah..

Happy blogging

Read More......

Wednesday, October 28, 2009

Tingkatan Praktisi SEO

By brokencode


Seperti yang pernah saya tulis dan saya katakan pada kesempatan saya memberikan seminar, bahwa untuk dapat mencapai level tingkat lanjut (advance) dalam SEO, Anda tidak perlu mengikuti beragam kursus atau membaca banyak e-book tentang SEO. Pada saatnya nanti Anda akan mencapai level SEO Advanced dari jam terbang Anda sendiri dengan banyak melakukan uji coba, trial error, eksperimen teori, dan diskusi bersama-sama dengan praktisi lainnya. Namun tak cukup dengan mempertahankan cara Anda sendiri. Perlu dibarengi dengan sikap kritis dan mengikuti perkembangan terkini dari masing-masing teknologi search engine, jangan terlarut dalam teori Anda sendiri! Sebagai contoh Anda masih berkutat mencari backlink dengan link exchange, atau masih membanggakan kehebatan tool directories submitter Anda. Ada banyak cara lain dan lebih aman dibanding cara-cara lama tersebut.

Jika jam terbang dapat dijadikan parameter level SEO mastering, berikut ini tingkatan praktisi SEO berdasarkan prilaku :

MUNDANE PERSON
Mereka adalah orang-orang yang tidak tau sama sekali mengenai teori SEO dan SERP meski memiliki blog/website. Yang mereka tau hanyalah : search engine adalah alat untuk mencari sesuatu di internet.

LAMER
Mereka adalah sosok yang meski pengetahuan dan jam terbang mereka tentang SEO sangat minim, namun sok tau. Bicara banyak tentang SEO kepada orang-orang seolah dirinya sudah mumpuni dan pakar. Tak jarang orang-orang pada level ini begitu percaya diri dengan membuat pelatihan-pelatihan atau bahkan menerbitkan buku tentang SEO. Bahkan mengklaim ikut andil meloloskan beberapa situs-situs besar dengan persaingan tinggi meski sesungguhnya tidak sama sekali.

LARVA
Atau biasa disebut juga Newbie, adalah mereka yang berada pada prilaku Mundane Person dan baru berkeinginan mencari tau tentang SEO. Tetap menjadi Larva/Newbie jika minatnya hanya sekedar ingin tahu atau menjadi Wannabe yang tergantung pada ketekunannya.

WANNABE
Praktisi pada tingkatan ini adalah mereka yang sedang getol-getolnya (baca; serius) mencari tau tentang teori dan rahasia SEO. Berburu beragam buku, tutorial, e-book, paper, tulisan-tulisan blog praktisi SEO lainnya, dan coba-coba langsung mempraktekan teori yang baru saja didapatnya. Mereka juga giat bergabung kebeberapa forum minat webmaster dan banyak bertanya, termasuk mengadakan pendekatan secara personal dengan orang-orang yang layak mereka anggap sebagai mentor. Kelak orang-orang pada stage ini akan segera mencapai level advance karena ketekunannya mencoba-coba tadi.

MASTER
Atau pakar, adalah mereka yang telah memiliki cukup pengetahuan SEO (hitam dan putih) dan telah melakukan optimasi beberapa situs meski terkadang gagal, namun lebih banyak berhasil. Selain pengetahuan SEO tak jarang mereka juga memiliki pengetahuan coding/bahasa pemograman khususnya bahasa program yang berhubungan dengan internet (HTML, PHP, ASP, Java, dan lain-lain.)

GURU
Adalah mereka yang memiliki kemampuan dan penguasaan SEO, bahasa pemograman web, dan jam terbang tinggi.

Namun diatas itu semua, keberhasilan SEO mereka berpulang kepada algoritma search engine itu sendiri dan tentunya garis tangan :D

Bukan diri kita sendiri yang memilih pada tingkatan apakah prilaku SEO kita berada, namun orang-orang disekeliling kitalah yang berhak menvonis tingkatan prilaku kita.

Perhatian-perhatian : Sesuai kategori tulisan ini, tidak ada standar sah yang menentukan tingkatan pengetahuan seseorang. Ini hanya sebuah opini pribadi dengan tidak bertujuan mendiskreditkan pihak-pihak tertentu.

Sumber: brokencode.com

Read More......